Tugas 7 - Kekangan Basis Data



Nama            : Putri Asri Larasati
Kelas             : TMJ 1 Reg
NIM             : 4312122020

Kekangan Basis Data


Kekangan atau Aturan dan Pandangan dalam Basis Data

Tujuan :

  • menjamin data yang diinputkan pada tabel mempunyai integritas yang terjaga
  • menjamin kemungkinan kesalahan input data jauh berkurang


Apek-aspek penting dalam aturan basis data :

Redudansi Data
Munculnya data-data berulang kalo pada file basis data yang semestinya tidak diperlukan

Inconsistency Data
Munculnya data yang tidak konsisten pada medan yang sama untuk beberapa file dengan kunci yang sama, biasanya terjadi akibat kesalahan dalam pemasukan data atau update anomaly yang mengakibatkan munculnya data yang tidak konsisten atau kehilangan informasi tentang objek yang ditinjau.

Data Terisolasi

  • Disebabkan oleh pemakaian beberapa file basis data dimana program aplikasi tidak dapat mengakses data-data dari file tertentu sehingga seolah-olah ada file yang terpisah/terisolasi terhadap file yang lain dalam basis data. 
  • Harus dihindari karena akan berakibat pada tidak lengkapnya informasi yang dihasilkan dari pengolahan data dalam basis data.


Security Data
Prinsip dasar keamanan data dalam basis data :

  • Data-data dalam basis data merupakan sumber informasi yang sangat penting dan rahasia sehingga harus dijaga dari berbagai hal yang dapat mengacaukan atau merusak data.
  • Keamanan data merupakan aspek kritis dalam basis data. 


Security Problem
Berhubungan dengan masalah keamanan data dalam sistem basis data.

Integritas Data

  • Berhubungan dengan kinerja sistem agar dapat melakukan kontrol atau kendali pada semua bagian sistem.
  • Cara menjaga integritas data adalah meyakinkan bahwa nilai-nilai data adalah benar. Hal tsb dilakukan dengan mengeset secara seksama prosedur penangkapan data dan membuat modul dalam program aplikasi untuk mengecek keabsahan nilai data saat dimasukkan ke dalam mesin (data entry)


Basisdata dapat dipandang dari dua segi 

1. Sudut Pemakai user, sangat dipengaruhi oleh privacy dan security
2. Perancang (designer)
    Seorang perancang mempunyai dua bentuk pandangan yang berbeda, yaitu pandangan secara konseptual
    (conceptual view) dan pandangan secara fisik (physical view).


Contoh Kekangan Sederhana

Kekangan pada database ditunjau melalui adanya normalisasi pada database, di tiap-tiap tahap normalisasi untuk meghindari adanya redudansi data, data anomali, dan penetapan atribut kunci sehingga inkonsistensi data dapat dihilangjan untuk menjaga integritas data.


Pada tabel tersebut, masih terdapat redudansi pada ukuran, sehingga belum memenuhi persyaratan, normalisasi yang perlu dilakukan adalah seperti tabel dibawah ini:


Setelah dilakukan normalisasi, tidak ada lagi redudansi data. struktur tabel yang seperti in sudah cukup memenuhi persyaratan pengekangan pada basis data

contoh pengekangan basis data yang tidak sederhana


Pada tabel ketiga, terdapat isolasi data, untuk menghindari isolasi, diperlukan normalisasi menjadi tabel seperti berikut ini :

Kesimpulan dari dua contoh tabel diatas adalah dalam pembuatan sebuah basis data haruslah diberi kekangan untuk menghindari kesalahan input seperti redudansi data, menghilangkan inkonsistensi pada data, menghilangkan data-data yang terisolasi, menjaga keamanan data, dan menjaga integritas data dengan melakukan teknik normalisasi.













READMORE
 

Tugas 6 - DCL dan Teknik Normalisasi

Nama                  : Putri Asri Larasati
Kelas                  : TMJ 1 REG
NIM                   : 4312122020

Perintah-perintah pada DCL

1. GRANT

  • SELECT

      
  • PRIVILEGES



     
  • CREATE


  •  UPDATE

    
  •  DELETE

   
2. REVOKE
  • SELECT

    
  • PRIVILEGES


   
  • UPDATE


     
  • DELETE


   
  • CREATE


  

Contoh Normalisasi pada sebuah kasus. 

berikut adalah contoh tabel tidak normal. Dengan teknik normalisasi, maka akan menjadi sebuah basis data yang efisien.
setelah dilakukan normalisasi sampai tahap ketiga, maka susunan database menjadi seperti ini:
 
 



READMORE
 

Tugas 5 - DML dan ERD

Nama: Putri Asri Larasati
Kelas: TMJ 1 REG
NIM: 4312122020

DDL dan ERD

1.      Praktekan seluruh perintah DML
1    1. SELECT
          Perintah berikut adalah perintah untuk menampilkan harga barang dari tabel_makanan yang kurang dari 
8        8000
2. INSERT
          Perintah dibawah ini adalah perintah untuk memasukkan data kedalam tabel yang telah dibuat atau tabel 
          yang pernah ada.


3    3. UPDATE
4    4. DELETE
          


2.      Terangkan dan jelaskan secara singkat dari macam-macam atribut!
Atribut berfungsi untuk mendeskripsikan entitas, dan atribut mempunyai nilai (harga). Contoh atribut untuk entitas pegawai misalnya nama, alamat, tempat dan tanggal lahir, dll. Atribut digambarkan dengan simbol elips. Atribut dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu :
a. Atribut sederhana/atomic
Yaitu atribut yang tidak dapat dibagi-bagi menjadi atribut yang lebih sederhana (mendasar).

b. Atribut komposit
Yaitu atribut yang terdiri dari beberapa atribut yang lebih mendasar.

c. Atribut Berharga tunggal (single valued attribute)
Yaitu  atribut yang hanya mempunyai satu harga untuk suatu entitas tertentu.

d. Atribut berharga ganda (multi valued attribute),
Yaitu atribut yang dapat terdiri dari sekumpulan harga untuk suatu entitas tertentu. 


e. Null-value
Yaitu atribut yang tidak mempunyai nilai dan tidak diketahui harganya. 
f. Atribut kunci 
Yaitu atribut yang unik dari suatu entitas dan nilai dari atribut kunci akan berbeda untuk masing-masing entitas. Atribut kunci dapat berupa atribut sederhana atau komposit. Atribut memiliki value set (domain) yang digunakan untuk dapat mendefinisikan harga nilai yang dapat dimiliki oleh atribut dari suatu entitas.


3.      Apa yang dimaksud dengan Diagram E-R dan sebutkan fungsinya !

ERD adalah sebuah konsep yang mendeskripsikan hubungan antara penyimpanan dan didasarkan pada persepsi dari sebuah dunia nyata yang terdiri dari sekumpulan objek, disebut entiti & relasi diantar objek-objek tersebut.
Fungsi Diagram ERD yaitu untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data.
Dengan ERD, model dapat diuji dengan mengabaikan proses yang dilakukan. Diagram ER pertama kali dideskripsikan oleh Peter Chen yang dibuat sebagai bagian dari perangkat lunak.


4.      Diagram E-R mempunyai 4 simbol utama, sebutkan dan jelaskan masing-masing simbol tersebut !

a.      Entitas


      Entitas adalah suatu objek yang dapat diidentifikasi dalam lingkungan pemakai



b.      Relasi

      Relasi menunjukkan adanya hubungan di antara sejumlah entitas yang berbeda



c.       Atribut

      Atribut berfungsi mendeskripsikan karakter entitas (atribut yang berfungsi sebagai key diberi garis bawah)



d.      Garis

      Garis sebagai penghubung antara relasi dengan entitas, relasi dan antitas dengan atribut.

5.      Berikan contoh untuk masing-masing kardinalitas dalam Diagram E-R !
Kardinalitas pemetaan atau rasio kardinalitas menunjukkan jumlah entitas yang dapat dihubungkan ke satu entity lain dengan suatu relasi.
 Contoh masing masing kardinalitas dari Diagram E-R meliputi :
1.      Hubungan satu ke satu (one to one).
Yaitu satu entity dalam A dihubungkan dengan maksimum satu entity dalam B.
2.      Hubungan satu ke banyak (one to many)
Yaitu satu entity dalam A dihubungkan dengan sejumlah entity dalam B. Satu entity dalam B dihubungkan dengan maksimum satu entity dalam A.
3.      Hubungan banyak ke satu (many to one)
Yaitu satu entity dalam A dihubungkan dengan maksimum satu entity dalam B. Satu entity dalam B dapat dihubungkan dengan sejumlah entity dalam A.
4.      Hubungan banyak ke banyak (many to many).
Satu entity dalam A dihubungkan dengan sejumlah entity dalam B, & satu entity dalam B dihubungkan dengan sejumlah entity dalam A.

Gambar Kardinalitas Pemetaan :





6.      Apa yg dimaksud dengan spesialisasi dan generalisasi ?

Spesialisasi adalah Proses mendesain subgrup di dalam suatu entity . Suatu himpunan entitas bisa memiliki subgrup yang berbeda diantara entitas-entitas lain dalam himpunan tersebut. Misalnya suatu sub himpunan entitasdalam suatu himpunan entity bisa memiliki atribut yang berbeda dari entity-entiti lain. Model E-R memiliki fasilitas untuk perbedaan ini.
Contoh : himpunan entitas account memiliki atribut account-number dan balance. Suatu account dapat diklasifikasikan lagi menjadi salah satu dari :
savings-account
checking-account
Setiap tipe account ini diterangkan dengan himpunan atribut yang termasuk dalam atribut-atribut dari entitas account ditambah dengan atribut tambahan. Contoh entity saving-account diterangkan dengan atribut interest-rate, danchecking-account diterangkan dengan overdraft-amount. Proses spesialisasi mengijinkan pembedaan account berdasarkan tipe account. Account juga dapat dibedakan dengan cara lain, misalkan berdasarkan tipe kepemilikkan menjadi commercial-account dan personal-account. Ketika dalam suatu entitas dibentuk lebih dari satu proses spesialisasi, maka suatu entitas menjadi milik dua spesialisasi tersebut. Misal suatu account bisa merupakan suatu personal account dan suatu checking account. Dalam diagram E-R, spesialisasi dilambangkan dengan komponen segitiga bertuliskan ISA. ISA juga melambangkan hubungan antara superclass-subclass. Entity yang dengan kedudukkan lebih rendah/tinggi memiliki lambang sama.

Generalisasi adalah proses pendefinisian subclass-subclass yang disatukan menjadi entitas  superclass tunggal  berdasarkan karakteristik umum. Disamping proses desain top-down (dari inisial entitas ke level lebih rendah (subgrup)), desain juga dapat dilakukan dengan proses bottom-up, yaitu banyak entitas disintesiskan menjadi entity yang lebih tinggi berdasarkan kesamaan feature-nya.
Desainer basis data mungkin mengidentifikasi terlebih dulu entitas checking-account dengan atribut account-numberbalance dan overdraftamount. Ditemukan juga entity set saving-account dengan atribut account-numberbalance dan interest-rate. Terdapat kesamaan antara entitas checking-account dengan entitas saving-account, yaitu keduanya memiliki beberapa atribut yang sama. Persamaan ini dapat diekspresikan dengan generalisasi 

Diagram spesialisasi dan generalisasi



READMORE
 

Tugas 4 DDL dan Perancangan Basis Data


1.       Praktekan seluruh command pada DDL :
a.       CREATE
    syntax : CREATE database sekolah;
    Perintah create diatas akan membuat sebuah database dengan nama
    sekolah.

  
2. SHOW
    syntax : SHOW databases;
    Perintah SHOW diatas akan memperlihatkan semua database yang
 
    ada.
 



3. USE
    syntax : use sekolah;
    Perintah diatas akan mengaktifkan database dengan nama
 sekolah       sehingga kita dapat memanipulasi data yang ada.
 

4. ALTER
    Alter memiliki beberapa parameter, yaitu, ADD, DROP, dan MODIFY.
    syntax : alter table kelas add wali_kelas varchar(20);
    Perintah diatas akan menambahkan field wali_kelas ke dalam tabel
 
    kelas.
 

5.
 DROP
    syntax : drop table murid;
    Perintah diatas akan menghapus tabel
 murid dari database sekolah


2.      Apa tujuan perancangan basis data ?
·         Memenuhi informasi yang berisikan kebutuhan-kebutuhan pengguna secara khusus dan aplikasi-aplikasinya.
·         Memudahkan pengertian struktur informasi
·         Mendukung kebutuhan-kebutuhan pemrosesan dan beberapa obyek penampilan (response time, processing time, dan storage space)
3.      Apa yang dimaksud dengan macro lifecycle dan micro lifecycle, sebutkan perbedaannya ?

Macro life cycle:

·          Analisa Kelayakan :
Tahapan ini memfokuskan pada penganalisaan areal aplikasi yang unggul , mengidentifikasi pengumpulan informasi dan penyebarannya, mempelajari keuntungan dan kerugian , penentuan kompleksitas data dan proses, dan menentukan prioritas aplikasi yang akan digunakan.

·         Analisa dan Pengumpulan Kebutuhan Pengguna :
Kebutuhan–kebutuhan yang detail dikumpulkan dengan berinteraksi pada sekelompok pemakai atau pemakai individu. Mengidentifikasikan masalah yang ada dan kebutuhan-butuhan, ketergantungan antar aplikasi, komunikasi dan prosedur laporan.

·         Perancangan :
Perancangan terbagi menjadi dua yaitu : perancangan sistem database dan sistem aplikasi.

·         Implementasi :
Mengimplementasikan sistem informasi dengan database yang ada.

·         Pengujian dan Validasi :
 Pengujian dan validasi sistem database dengan kriteria kinerja yang diinginkan oleh pengguna.

·         Pengoperasian dan Perawatan :
Pengoperasian sistem setelah di validasi disertai dengan pengawasan dan perawatan system.

Siklus Kehidupan Aplikasi Database ( Micro Life Cycle )

·         Pendefinisian Sistem:
Pendefinisian ruang lingkup dari sistem database, pengguna dan aplikasinya.

·         Perancangan Database:
Perancangan database secara logika dan fisik pada suatu sistem database sesuai dengan sistem manajemen database yang diinginkan.

·         Implementasi Database.
Pendefinisian database secara konseptual, eksternal dan internal, pembuatan file–file database yang kosong serta implementasi aplikasi software.

·         Pengambilan dan Konversi Data.
Database ditempatkan dengan baik, sehingga jika ingin memanggil data secara langsung ataupun merubah file–file yang ada dapat di tempatkan kembali sesuai dengan format sistem databasenya.

·         Konversi Aplikasi.
Software-software aplikasi dari sistem database sebelumnya di konversikan ke dalamsistem database yang baru.

·         Pengujian dan Validasi.
Sistem yang baru telah di test dan di uji kinerja nya.

·         Pengoperasian.
Pengoperasian database sistem dan aplikasinya. 

·         Pengawasan dan Pemeliharaan.
Pengawasan dan pemeliharaan sistem database dan aplikasi software

4.      - Menentukan kelompok pemakai dan bidang-bidang aplikasinya
-  Peninjauan dokumentasi yang ada
- Analisa lingkungan operasi dan pemrosesan data
- Daftar pertanyaan dan wawancara

5.      Transaction throughput :
Ialah rata-rata jumlah transaksi yang dapat diproses per menit oleh sistem basis data dan merupakan parameter kritis dari sistem transaksi


READMORE
 

Tugas - Tabel Data


Nama                      : Putri Asri Larasati
Kelas                      : TMJ 1 Reg 2012
NIM                       : 4312122020

1    1.     Buat sebuah basis data
a.       Buat sebuah desain basis data untuk contoh kasus praktek dokter pada sebuah rumah sakit

Tabel Spesialis

Tabel praktek
Tabel dokter

2. Berdasarkan tabel
a.       Dapatkan kd_dokter, nama, spesialis yang memiliki spesialisasi penyakit dalam


b.       Dapatkan daftar nama dokter, hp yang ahli di bidang bedah

c.       dapatkan daftar dokter yang praktek mulai pukul 08.15

d.       dapatkan daftar dokter yang praktek selesai pukul 20.00
e.       dapatkan nama dokter, hari dan spesialis yang praktek pada hari selasa
f.       Dapatkan daftar praktek dokter spesialis dan kandungan
3. Berdasarkan Tabel
          a.       Dapatkan informasi banyaknya dokter yang dimiliki rumah sakit

b.      Dapatkan informasi banyaknya dokter yang ahli di bidang kandungan

c.       Dapatkan dokter yang memiliki jam kerja paling lama







d.       Dapatkan dokter yang memiliki jam kerja paling singkat





e.       Dapatkan rata-rata jam praktek














READMORE